Amalia Dyah Puspitasari terinspirasi membuat Cokume Yoghurt aneka rasa yang menyehatkan. Mulai dari rasa original, rasa anggur, melon, jeruk, durian, leci, orange dan sirsak. Wanita yang disapa Lia ini merintis bisnis yoghurt di tahun 2014. Sebelumnya ia menjalankan usaha coklat. Melihat bisnis coklat yang tidak terlalu berkembang, Lia pun mencari berbagai alternatif bisnis lain. Lia pun mulai mencari beberapa pilihan menu minuman dari mulai minuman susu, desert, yoghurt, coklat dll. Dari beberapa pilihan minuman yang ada, tenyata wanita kelahiran gresik Jawa Timur ini lebih tertarik pada minuman kesehatan susu fermentasi atau yoghurt.

Dari uji coba yang dilakukan, Lia akhirnya menemukan takaran rasa yang benar-benar pas di lidah banyak orang, termasuk orang yang awalnya tidak menyukai yoghurt menjadi suka. Hanya dengan modal sekitar Rp 3 juta, untuk membeli alat, bahan baku utama berupa susu dan beberapa bahan tambahan lain, Lia pun member brand produknya dengan nama Cokume Yoghurt.

Keistimewaan Cokume yoghurt tidak hanya dari bentuk kemasannya saja, namun dari kualitas rasa yang ditawarkannya. Menurut Lia, Cokume Yoghurt lebih terasa susunya dan pas asamnya, sehingga tidak membuat orang yang mengkonsumsinya menjadi neg. Hal inilah yang membuat orang yang awalnya tidak suka minum yoghurt menjadi suka. “Kami hanya menggunakan 2 bakteri saja, yakni bakteri streptococcus thermophilus dan bakteri lactobacillus bulgaricus, karena biasanya yoghurt pada umumnya memakai 3 bakteri, sehingga kelebihan bakteri inilah yang akan menimbulkan rasa asam yang berlebihan,  dan itu yang terkadang membuat orang menjadi tidak suka minum yoghurt,” jelasnya.

Lia juga tidak memakai bahan pengawet, sehingga hanya bertahan 1×24 jam jika tidak dimasukkan dalam kulkas atau freezer, bisa bertahan sekitar seminggu di kulkas, dan di freezer bertahan hingga 6 bulan. Bahan baku yang digunakan berupa susu murni segar yang langsung didatangkan dari peternak sapi, bahan tambahan lain ada gula, pewarna dan juga perasa. Namun Lia tidak memakai bahan pengawet, oleh karenanya yoghurt yang ia buat hanya bisa bertahan maksimal 24 jam tanpa kulkas atau freezer, sedangkan yoghurt lain yang memakai bahan pengawet bisa tahan hingga lebih dari 24 jam. Begitu pun untuk pewarna menggunakan pewarna makanan yang aman dikonsumsi. Yang harus diperhatikan dalam usaha ini untuk mencegah kegagalan produksi adalah semua peralatan harus steril, semprot dengan alkohol kalau perlu, serta lingkungan rumah juga harus bersih. Ingin mencoba yoghurt Cokume aneka rasa tanpa ras neg?

Info Lebih Lanjut :

Cokume (Amalia)

Telpon : 021-7313687/ 081908707714

Website : www.cokume.com